Sragen Urutan Sembilan Kabupaten Termiskin

Posted on

SRAGEN – Tingkat kemiskinan di wilayah Sragen cukup mengkhawatirkan. Sebab, sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng), wilayah Sragen berada di peringkat sembilan kabupaten termiskin. Selain itu masih ada 15 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar tersebut.

Buruknya kondisi kemiskian ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah (Jateng) Sri Puryono saat lawatan ke Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, kemarin (19/2). Ada 15 wilayah lain yang termasuk miskin, yakni Wonosobo, Demak, dan Kebumen. Sedangkan wilayah eks Karesidenan Surakarta, Sragen ditemani Kabupaten Wonogiri.

Sekda mengatakan, penduduk miskin di Provinsi Jateng sekitar 13,38 persen. Pihaknya berharap di tahun ini dapat menurunkan target angka kemiskinan menjadi 11 persen. Angka tersebut diharapkan terus menurun dan di akhir 2016 tinggal 10 persen.

”Kami fokuskan menurunkan angka kemiskinan tersebut dengan pembenahan, terutama dalam hal kemiskinan, pengangguran, perbaikan insfrastukrur, energy, dan kedaulatan pangan rakyat. Salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan yaitu dengan memberikan stimulasi kepada warga miskin dan pengembangan usaha,” ungkap dia.

Salah satu upaya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan permudah pemberian kredit usaha rakyat (KUR). Selain itu kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang terdapat di Dusun Mayah, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, juga merupakan upaya memberantas kemiskinan.

Meski demikian, Jateng sendiri dinilai surplus pangan, khususnya padi. Pada 2015, padi surplus hingga 2,9 juta ton beras dengan target 9,9 juta ton. Hanya saja untuk sejumlah komoditas, seperti jagung dan kedelai masih tergantung ekspor, untuk kebutuhan nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *